“Anak-anak.. apa rukun islam yang pertamaa?” pertanyaan seorang guru kepada peserta didik di salah satu taman kanak-kanak.

“Syahadat buu….!!” Riuh suara anak-anak menjawab.

Ya, betul. Syahadat.! Satu kata yang setiap muslim baik kecil maupun dewasa pasti sudah mengenal kata ini dan juga bunyi dari syahadat itu sendiri. Tapi, banyak diantara umat islam yang belum memahami betul isi kandungan dari syahadat.

Ok kita mulai dulu dari pembahasan tentang arti dari syahadat itu sendiri. Apa sih syahadat itu?

Syahadat (شهادة) adalah isim masdar dari kata : “syahida”  (شهد) yang berarti, (خبر)  pengabaran, ﴾اقرار﴿ pengakuan, (حلف﴿ sumpah, (عيان﴿ persaksian,﴾حضر﴿ kehadiran, dan ﴾علم﴿ pengetahuan.

Ibnu Mandhur dalam Lisanul ‘Arob mengutip komentar Abu Bakar Al Anbari tentang perkataan Mu’adzin,

أشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله أي أعلم وأبين أن لا إله إلا الله وأعلم وأبين أن محمدا رسول الله

“Saya mengetahui dan menjelaskan bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah, saya mengetahui dan menjelaskan bahwa Muhammad adalah utusan Allah”.

Beliau juga menyebutkan, Abu Ubaidah berkata, ”Makna Syahida” dalam ayat شهد الله أنه لا إله إلا هو (QS. Ali Imran [3]: 18) adalah قضي الله (Allah memutuskan).

Ibnu Abi Al ‘Izz  lebih luas lagi mengutip komentar-komentar ulama, beliau berkata, “Pernyataan-pernyataan ulama’ salaf tentang makna syahida meliputi : Al-hukmu (ketetapan), Al qodlo (keputusan/pelaksanaan), al I’lam (pemberitahuan), Al-Bayan (penjelasan) dan Al-Akhbar (pengkabaran). Seluruh pendapat ini benar dan tidak saling bertentangan, karena sesungguhnya syahadat mengandung : perkataan, pemberitahuan dan penjelasan orang yang bersyahadat”

 

Dalam syahadat ada dua hal yang ditetapkan; Pertama, Allah sebagai satu-satunya Ilaah yang disembah. Dan kedua, Muhammad sebagai manusia biasa yang mendapat kemuliaan berupa nubuwwah dan kerasulan.

Lalu apa itu Ilaah?

Ibnu Mandhur berkata, “Kata “Ilaah” berasal dari kata ولاه kemudian huruf wawu diganti dengan hamzah seperti kata وشاح wazannya (فعال﴿ yang bermakna obyek ﴾مفعول﴿ karena ia bermakna مألوه maksudnya ﴾معبود﴿ yang diibadahi, seperti kata (إماما)pemimpin, wazannya (فعال﴿ yang bermakna مفعول (obyek) karena ia adalah orang yang diikuti.

Al Ilah : Allah ‘Azza wa jalla. Dan semua yang dijadikan sesembahan selain Allah adalah Ilah (karena sama-sama disembah).”

Imam Abathin berkata : Para ulama’, fuqoha’, ahli tafsir dan ahli lughah (bahasa) menafsirkan kata ilah dengan ma’bud (sesembahan) dan (menafsirkan) kata ta’alluh dengan ta’abbud.

Penulis Mu’jamul Wasith berkata, “Al Ilah adalah segala sesuatu yang dijadikan ma’bud.”

In syaa Allah bersambung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *